Dai Hidayatullh Ustadz Muhammad Dinul Haq, Lc. memberikan tausiyah persiapan Ramadhan di Masjid Ar-Riyadh, Gunung Tembak, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Ahad (26/02/2023) malam.* [Foto: SKR/MCU]


ar-riyadh.com – Dalam rangka mensukseskan Ramadhan 1444H, dai Hidayatullah mengajak ormas Islam seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan dan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bersinergi.

Ajakan itu disampaikan Ustadz Muhammad Dinul Haq, Lc. dalam tausiyah persiapan Ramadhan di Masjid Ar-Riyadh, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, belum lama ini.

MDH, panggilan akrabnya, mengajak ormas-ormas Islam bersinergi dan berperan aktif terus meningkatkan keimanan umat.

“MUI sangat berperan dan perlu meningkatkan keimanan warga Balikpapan,” ujar MDH, Ahad (26/02/2023) malam itu di Ponpes Hidayatullah Gunung Tembak.

Pria yang juga Anggota Komisi Fatwa MUI Kota Balikpapan ini menjelaskan, iman seorang Muslim bisa naik dan bisa turun. Sehingga, ormas-ormas Islam termasuk MUI, NU, Muhammadiyah, Hidayatullah, dan lain sebagainya diajak terus berperan menjaga keimanan umat. Bahkan berupaya meningkatkannya.

Apalagi Ramadhan semakin dekat. Mudir Pendidikan Ulama – Zuama (PUZ) STIS Hidayatullah Balikpapan ini mendorong pada Ramadhan tahun ini, keimanan warga Balikpapan pada khususnya meningkat.

MDH menyampaikan hal itu karena ia melihat masih banyak kalangan masyarakat yang abai terhadap Ramadhan. Misalnya, enggan menjalankan puasa karena alasan kerja atau lelah.

Masih banyak, kata dai ini, saudara-saudara kita yang tidak berpuasa selama Ramadhan. Sebagaimana yang pernah MDH dapati suatu waktu pada Ramadhan sebelumnya. Saat itu, MDH bertanya kepada seorang pria yang terlihat sehat dan masih muda itu, apa alasannya tidak berpuasa?

“Tidak kuat kerja kalau puasa,” tutur Dakwah Center Ulul Albab menirukan jawaban orang tersebut.

MDH yang juga alumnus Universitas Islam Madinah (UIM) ini menjelaskan, Allah Subhanahu Wata’ala dalam Al-Qur’an hanya mengajak orang-orang yang beriman untuk berpuasa. Sebagaimana tertulis dalam Surat Al-Baqarah ayat 183.

Dengan demikian, menurut MDH, orang yang enggan berpuasa -tanpa uzur syari- berarti orang yang sedang tidak memiliki kesempurnaan iman atau menurun imannya.

Oleh karena itu, ormas Islam memiliki tanggung jawab keagamaan untuk berupaya menjaga keimanan umat Islam.

Usulkan Begini ke Pemkot

Alumnus Ma’had Aly Ar-Raayah Sukabumi, Jawa Barat ini juga mendorong Pemkot Balikpapan untuk turut berperan menjaga keimanan warga Madinatul Iman itu.

Khususnya selama Ramadhan, Pemkot Balikpapan diminta melakukan upaya-upaya agar puasa Ramadhan tidak menjadikan warga Muslim enggan bekerja. Begitu pula sebaliknya, agar pekerjaan tidak menjadi alasan warga untuk tidak berpuasa.

Upaya yang bisa dilakukan Pemkot Balikpapan, kata MDH mengusulkan, misalnya dengan menyesuaikan aturan jam kantor. Atau dengan pengaturan teknis/strategis lainnya.

Hal demikian, kata MDH, semua bisa diatur, “kalau standar nilainya adalah iman,” katanya.* (SKR/MCU) ummulqurahidayatullah.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *